Sabtu, 10 Maret 2012

Rabu, 17 Februari 2010

Kasih Ibu.

 Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup ibu tua dengan anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit.
Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya. Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi. Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang , Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan :
"Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi. Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati"
Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya. Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap. Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk
diadili dan dijatuhi hukuman pancung pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi. Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan
"Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosanya".

Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan. Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman.

Dengan hati hancur, ibu kembali kerumah. Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni,dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan. Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan.

Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut. Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya. Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis
menyesali perbuatannya. Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang
sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang. Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada.

Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah. Darah itu berasal dari atas tempat dimana lonceng itu diikat. Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah.

Tahukah anda apa yang terjadi? Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi, dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng.
Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan airmata. Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan.. Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan
ibunya. Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya dilonceng. Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya.



From : Lily Chan

Sabtu, 23 Januari 2010

Kamis, 31 Desember 2009

hMs Kecil


-

Terdiam dlm ketak berdayaan
Bukanlah suatu akhir harus berpisah
Bukan pula diam satu-satunya jalan,
Selama mentari masih di antara timur dan barat
Dan angin bermula dari penjuru asal waktu
Bintang pengelana pasti mencari tertuju
Biar sang malakut telah mendiamkan kalamnya
Namuan segala sila masih memainkan kan penanya,
Darma darma yang telah tertanam
Masih menghasilkan serapahnya
Jangan hiasi diri dengan janji
Usah bersedih karna keadaannya asalnya
Karna ini,Ibarat pelombaan,yang bertaruhkan diri.   

Minggu, 20 Desember 2009

Satu malam yang tak terlupakan
Bagi manusia yang berhutang
Malam yang penuh gemerlap cahaya
Segala nista sirna seketika
Yang ada hanya nafsu belaka
      Satu malam yang tak sirna
      Malam yang tak merahirkan
      Keabadian semata
      Berhiasan segala pernik yang samar
      Namun penuh kepastian
      Nyata dalm sirahnya ,pasti perjalanannya
      Teladan yang rimit di teladani
Satu malam yang pasti
Yang sulit di mengerti ,bagi akal
Menduniakan segala keperluan
Segala bentuk ke cerahan
Hadir di dalamnya,
Mudah di lafadzkan sulit di lakukan
       Yahhh,,,,
        Itulah sirah yang nyata
       Yang membawa ketentraman dunia fana.

hYkal Ms